Truk Batubara Bikin Kemacetan Horor Puluhan Kilometer

KUANTAN TENGAH – Pagi yang melelahkan melanda kawasan Sinambek, Kelurahan Sungai Jering, Selasa (28/4/2026). Jalur utama dari Bundaran Carano hingga masuk ke jantung Kabupaten Kuansing berubah menjadi “lautan kendaraan” akibat rentetan kecelakaan truk batubara yang terjadi secara beruntun.

Kemacetan ini bukan disebabkan oleh satu kendala biasa, melainkan drama kerusakan kendaraan yang terjadi nyaris bersamaan. Kasat Lantas Polres Kuansing, **AKP Siswoyo, S.H.**, mengungkapkan bahwa kekacauan bermula saat sebuah truk pengangkut batubara mengalami patah as roda tepat di depan Mapolres Kuansing.

Belum sempat dievakuasi, sebuah truk batubara lainnya yang berada tepat di belakangnya menyusul mengalami kendala serupa: **patah as**. Kondisi ini menciptakan penyumbatan jalur yang sangat signifikan.

Puncak dari kemacetan horor ini terjadi akibat faktor manusia. Meski petugas Satlantas sudah memberikan peringatan keras kepada truk batubara ketiga agar tidak memaksakan melintas di area penyempitan, sang sopir justru tetap nekat.

>”Sopir truk ketiga tetap bandel meski sudah diperingatkan petugas. Akibatnya fatal, truk tersebut justru terbalik dan menutup sisa ruang jalan yang ada,” ujar AKP Siswoyo.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lapangan masih terpantau sangat Padat

Petugas di lapangan sedang berjibaku mengatur arus lalu lintas sambil menunggu kedatangan alat berat untuk mengevakuasi badan truk yang melintang.

Pihak kepolisian mengimbau para pengendara untuk mencari jalur alternatif atau bersabar, mengingat proses evakuasi truk bermuatan berat membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
“Kami masih menunggu alat untuk mengevakuasi mobil yang terbalik agar jalur bisa kembali dibuka normal,” pungkas Kasat Lantas.

**Catatan Redaksi:** *Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kelayakan armada angkutan berat dan kepatuhan sopir terhadap arahan petugas demi keselamatan bersama.* (B.A)