Pagi ini aku melihat kenyataan yang selalu hadir tanpa diminta:
Rakyat bangun bukan untuk mengejar mimpi, tapi untuk memastikan hari ini mereka masih bisa bertahan.
Bagi sebagian orang, pagi berarti peluang.
Tapi bagi banyak rakyat kecil, pagi hanyalah pengingat bahwa mereka harus kembali berjuang dari awal lagi—dengan tenaga yang sama, beban yang sama, dan harapan yang semakin tipis.
Hidup bukan lagi soal mimpi besar, tapi soal bagaimana tetap hidup.
Bagaimana menekan perut ketika harga naik.
Bagaimana bertahan ketika bantuan tak kunjung datang.
Bagaimana tetap kuat ketika negara hanya menonton.
Namun begitulah rakyat: meski digulung masalah, mereka tetap bangun, tetap berjalan, tetap berharap.
Pagi ini aku belajar satu hal:
Di negeri yang sibuk membuat slogan, rakyatlah yang memikul kenyataan.
Jurnalis AHMAD ST
PIMPINAN mitratnipolri















