KUANTAN SINGINGI – Genderang perang terhadap narkotika ditabuh kencang oleh jajaran Polsek Benai. Di bawah komando Kapolsek baru, IPDA Muhammad Ali Sodik, S.PSi., korps berbaju cokelat ini sukses menggagalkan penyelundupan ganja kering dalam skala besar pada Rabu (8/4/2026) pagi. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 18 kilogram barang bukti berhasil disita dari tangan pelaku.
Langkah taktis kepolisian bermula dari “radar” intelijen yang menangkap informasi mengenai pergerakan mencurigakan di wilayah hukum Benai. Tanpa menunggu lama, petugas segera melakukan pemetaan lapangan dan menetapkan kawasan **Pasar Benai** sebagai titik operasi utama.
menghentikan sebuah minibus hitam bernomor polisi **BM 1371 CZ**. Saat bagasi dibuka, polisi menemukan kejutan besar: 18 paket besar daun ganja kering siap edar yang dikemas rapi untuk mengelabui petugas.
Dalam operasi senyap tersebut, polisi berhasil membekuk dua orang pria yang diduga kuat sebagai kurir sekaligus pengedar lintas wilayah:
Ald (21): Asal Pekanbaru.
ADN (24): Asal Pekawilaya
Keduanya kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Benai untuk menjalani pemeriksaan maraton. Pihak kepolisian berkomitmen untuk tidak berhenti pada penangkapan ini saja.
“Kedua tersangka sudah kami amankan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut. Fokus kami saat ini adalah memutus mata rantai dan mengungkap jaringan peredaran ini hingga ke akar-akarnya,” tegas perwakilan otoritas terkait.
Keberhasilan mengungkap kasus “kakap” ini langsung memicu gelombang apresiasi dari masyarakat Kuantan Singingi. Meski tergolong baru menjabat sebagai Kapolsek Benai, gebrakan **IPDA Muhammad Ali Sodik** dinilai sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah.
Warga melihat hasil kerja nyata ini sebagai sinyal positif bahwa Benai bukan lagi tempat yang aman bagi para bandar narkoba. Sinergi antara kepolisian yang responsif dan informasi dari masyarakat terbukti menjadi senjata ampuh dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.(**)















